Pendidikan

Antropologi Agama

Antropologi Agama

Antropologi Agama

Secara terminologi Antropologi agama yaitu

ilmu pengetahuan yang berusaha mempelajari tentang manusia yang menyangkut agama dengan pendekatan budaya, atau disebut juga Antropologi Religi.[4] Secara etimologi, istilah Antropologi berasal dari bahasa Yunani, asal kata anthropos berarti manusia, dan logos berarti ilmu, dengan demikian secara harfiah Antropologi berarti ilmu tentang manusia.[5] Pengertian agama berarti undang-undang atau hukum. Kemudian dalam bahasa Arab kata ini mengandung arti menguasai, menundukkan, patuh, utang, balasan, kebiasaan. Sedangkan dari kata religi atau relegere berarti mengumpulkan dan membaca.

Antropologi agama bisa dikatakan sebagai salah satu cabang ilmu yang banyak mendapatkan perhatian para pakar ilmu sosial. Cabang ilmu Antropologi agama ini diyakini oleh banyak pakar sebagai salah satu alat studi yang akurat dalam melihat reaksi antara agama, budaya, dan lingkungan sekitar sebuah masyarakat. Antropologi agama mengarah kepada suatu penghubung yang unik atas moralitas, hasrat, dan kekuatan dengan dikendalikan dan kemerdekaan, dengan duniawi dan asketisme (ajaran-ajaran yang mengendalikan latihan rohani dengan cara mengendalikan tubuh dan jiwa sehingga tercapai kebijakan-kebijakan rohani) dengan idealis dan kekerasan, dengan imajinasi dan penjelmaan, dengan imanensi (paham yang menekankan berpikir dengan diri sendiri atau subjektif) dan transendensi (cara berpikir tentang hal-hal yang melampaui apa yang terlihat, yang dapat ditemukan di alam semesta) yang merupakan sisi dunia manusia yang berbeda dengan makhluk lain. Tradisi ilmu Antropologi memahami dunia-dunia agama tidak sepenuhnya sebagai fenomena objektif dan juga tidak sepenuhnya sebagai fenomena subjektif, namun sebagai sesuatu yang berimbang dalam memediasikan ruangan sosial atau budaya dan sebagai yang terlibat dalam suatu dialektika (komunikasi dua arah) yang memberikan objektivitas sekaligus juga subjektivitas. Perhatian ahli Antropologi dalam meneliti agama ditunjukan untuk melihat keterkaitan faktor lingkungan alam, struktur sosial, struktur kekerabatan, dan lain sebagainya, terhadap timbulnya jenis agama, kepercayaan, upacara, organisasi keagamaan tertentu.

Pendekatan Antropologis

Pembelajaran kebudayaan merupakan hal yang utama dalam Antropologi. Bidang kajian utama Antropologi adalah kebudayaan dan dipelajari melalui pendekatan. Berikut tiga jenis pendekatan utama yang biasa dipergunakan oleh para ilmuwan Antropologi

1. Pendekatan holistik
Jika kita amati, sifat kebudayaan dipandang secara utuh (holistic). Pendekatan ini digunakan oleh para pakar Antropologi apabila mereka sedang mempelajari kebudayaan suatu masyarakat. Kebudayaan dipandang sebagai suatu keutuhan, setiap unsur di dalamnya mungkin dipahami dalam keadaan terpisah dari keutuhan tersebut. Para pakar Antropologi mengumpulkan semua aspek, termasuk sejarah, geografi, ekonomi, teknologi, dan bahasa. Untuk memperoleh generalisasi (simpulan) tentang suatu kompleks kebudayaan seperti perkawinan dalam suatu masyarakat, para pakar Antropologi merasa bahwa mereka harus memahami dengan baik semua lembaga (institusi) lain dalam masyarakat yang bersangkutan.

2. Pendekatan komparatif
Kegiatan pada kebudayaan masyarakat pra-aksara. Pendekatan komparatif juga merupakan pendekatan yang unik dalam Antropologi untuk mempelajari kebudayaan masyarakat yang belum mengenal baca-tulis (pra-aksara). Para ilmuwan Antropologi paling sering mempelajari masyarakat pra-aksara karena dua alasan utama. Pertama, mereka yakin bahwa setiap generalisasi dan teori harus diuji pada populasi-populasi di sebanyak mungkin daerah kebudayaan sebelum dapat diverifikasi. Kedua, mereka lebih mudah mempelajari keseluruhan kebudayaan masyarakat-masyarakat kecil yang relatif homogen dari pada masyarakat-masyarakat modern yang kompleks. Masyarakat-masyarakat pra-aksara yang hidup di daerah-daerah terpencil merupakan laboratorium bagi para ilmuwan Antropologi.

3. Pendekatan Historis
Hal yang paling penting yaitu asal-usul unsur kebudayaan. Pendekatan dan unsur-unsur historis mempunyai arti yang sangat penting dalam Antropologi, lebih penting dari pada ilmu lain dalam kelompok ilmu tingkah laku manusia. Para ilmuwan Antropologi tertarik pertama-tama pada asal-usul historis dari unsur-unsur kebudayaan, dan setelah itu tertarik pada unsur-unsur kebudayaan yang unik dan khusus.

Sumber : https://dogetek.co/