Fashion

Fashion Syar’i yang Memberi Inspirasi

Fashion Syar’i yang Memberi Inspirasi

Fashion Syar’i yang Memberi Inspirasi

Kejarlah akhiratmu maka bukan mustahil keberhasilan

serta apa yang diharapkan di dunia akan mengikutimu. Mungkin ini kira-kira yang ada dalam benak Abu Umar pemilik Gerai Ranti dalam menatap hidup saat ini dan di akhirat nanti. Segala niat dan pekerjaan diletakkan pada sebuah ujung waktu yakni akhirat.

Ini yang membuat pria bertubuh ramping itu mulai mengubah konsep fesyen yang dipasarkannya menjadi fesyen bernuansa syar’i, terutama untuk kaum perempuan.

 

Dengan kecintaannya kepada wanita muslimah Indonesia

Abu Umar melalui gerai Ranti bukan sekedar menghadirkan eksklusivitas desain busana muslim syar’i yang modern dan elegan, tapi juga membawa makna baru kecantikan seorang muslimah, yakni cantik yang sesuai fitrah dan syariah.

“Saya sudah mengelola bisnis ini 29 tahun. Pada 3 atau 4 tahun lalu saya mengambil keputusan untuk mengubah tampilan fesyen menjadi fesyen yang syar’i,” kata dia dalam pembukaan outlet Rianti ke-17 di Kawasan Bintaro Sektor 5, Tangerang Selatan, Kamis (2/5/2019).

 

Jadi, kata dia, fesyen yang dihadirkan bukan sekadar busana saja

untuk kebutuhan sandang di dunia. “Namun juga dengan fesyen itu, kami berusaha bagi penggunanya lebih dekat dengan Sang Khalik,” kata dia.

Melalui keindahan busana muslim yang syar’i, pihaknya siap menginspirasi dan turut membentuk peradaban dunia yang berakidah sesuai Quran dan Sunnah.

Berbagai upaya membangun hubungan dekat dengan para pecinta RANTI dilakukan, salah satunya dengan fasilitas membership yang berlaku seumur hidup dengan keuntungan potongan harga 20 hingga 30 persen. Bukan hanya itu, Ranti juga menyediakan layanan purna jual seperti memberikan layanan permak atau resize baju, bahkan penggantian pesanan yang rusak dalam jangka waktu tertentu.

Selain itu, di bawah naungan PT Citra Busana Indonesia

Ranti juga melakukan pemberdayaan masyarakat sekitar dengan memberdayakan ibu-ibu sekitar Cianjur dan Sukabumi untuk menangani pengerjaan detail pakaian, seperti payeting, pengerjaan manik-manik dan pembuatan aksesoris sesuai rancangan desain. Semua dikerjakan secara manual atau handmade sebagaimana pengerjaan sebuah karya adi busana.