Pendidikan

PENDEKATAN ANTROPOLOGIS DALAM STUDI ISLAM

PENDEKATAN ANTROPOLOGIS DALAM STUDI ISLAM

PENDEKATAN ANTROPOLOGIS DALAM STUDI ISLAM

Pengertian Antropologi

Kita bisa memahami bahwa Antropologi merupakan ilmu tentang manusia, masa lalu dan kini, yang menjelaskan manusia melalui pengetahuan ilmu sosial dan ilmu hayati (alam), dan juga humaniora. Antropologi juga disebut studi ilmu yang mempelajari tentang manusia baik dari segi budaya, perilaku, keanekaragaman, dan lain sebagainya. Antropologi adalah istilah kata bahasa Yunani yang berasal dari kata anthropos dan logos. Anthropos berarti manusia dan logos memiliki arti cerita atau kata. Objek dari Antropologi adalah manusia di dalam masyarakat suku bangsa, kebudayaan dan prilakunya. Ilmu pengetahuan Antropologi memiliki tujuan untuk mempelajari manusia dalam bermasyarakat suku bangsa, berperilaku dan berkebudayaan untuk membangun masyarakat itu sendiri.

Macam-macam jenis cabang disiplin ilmu anak turunan Antropologi :

1. Antropologi Fisika. Paleoantrologi adalah ilmu yang mempelajari asal usul manusia dan evolusi manusia dengan meneliti fosil-fosil.
b. Somatologi adalah ilmu yang mempelajari keberagaman ras manusia dengan mengamati ciri-ciri fisik.
2. Antropologi Budaya
a. Prehistori adalah ilmu yang mempelajari sejarah penyebaran dan perkembangan budaya manusia mengenal tulisan.
b. Etnolinguistik antrologi adalah ilmu yang mempelajari suku-suku bangsa yang ada di dunia (bumi).
c. Etnologi adalah ilmu yang mempelajari asas kebudayaan manusia di dalam kehidupan masyarakat suku bangsa di seluruh dunia.
d. Etnopsikologi adalah ilmu yang mempelajari kepribadian bangsa serta peranan individu pada bangsa dalam proses perubahan adat istiadat dan nilai universal dengan berpegang pada konsep psikologi.

3. Metodologi dalam Antropologi

Banyak metode yang dipergunakan oleh ilmuwan Antropologi untuk mengembangkan aturan konsep, generalisasi, dan teori, tetapi baru beberapa yang telah mempunyai aturan konsep baku, sedangkan yang lainnya lebih bersifat tradisi-tradisi khusus.[2]
a. Kelangkaan metode yang baku
Antropologi merupakan ilmu yang relatif tabuh di benak kita, sehingga belum berhasil mengembangkan metode-metode penelitian yang jelas dan sistematik. Dalam tulisan-tulisan etnografis dapat dilihat terlalu sedikitnya perhatian para penulis pada metode penelitian.
b. Participant observation
Apabila seorang ilmuwan Antropologi sedang melakukan penelitian tentang suatu kebudayaan, maka ia hidup bersama orang-orang pemilik kebudayaan tersebut, mempelajari bahasa mereka, ikut aktif ambil bagian dalam kegiatan sehari-hari masyarakat (komunitas) tersebut.
c. Indepth interview (wawancara mendalam)
Sering disebut wawancara mendalam (indepth interview) sebab biasanya dipergunakan bersama-sama (kombinasi) dengan observasi mendalam dengan objeknya. Wawancara dilakukan secara informal dan non-sistematik. Jika ilmuwan sosiologi memilih secara acak (random) subyek yang diwawancarai, maka ilmuwan Antropologi mewawancarai orang-orang yang telah dikenal baik dan mempercayainya, atau orang-orang yang ia pandang dapat memberikan informasi yang akurat dan rinci tentang berbagai aspek kebudayaan yang diteliti.
d. Upaya memperkecil kesalahan
Berbagai macam informasi yang diperoleh dari berbagai subyek seringkali berbeda-beda atau bahkan saling bertentangan. Para ilmuwan Antropologi berusaha meminimalisir kesalahan pada data mereka dengan jalan mengulang-ulang observasi atau wawancara dan dengan melakukan “cross-check” dengan informan lain apabila mereka menemukan informasi yang bertentangan.

e. Kecenderungan menggunakan metode tradisional
Biasanya, ilmuwan Antropologi hanya sedikit menggunakan kuesioner tertulis terutama disebabkan oleh sebagian besar subjek mereka buta aksara. Walaupun para ilmuwan Antropologi semakin banyak mempelajari kelompok-kelompok masyarakat modern, tetapi mereka cenderung tetap menggunakan metode-metode Antropologi tradisional, sehingga terbingkai pada sebuah konsep Antropologi.

Konsep-konsep dalam Antropologi

a. Kebudayaan (culture)

Format konsep paling penting dalam Antropologi adalah konsep kebudayaan. Setiap disiplin ilmu sosial terdapat konsep kebudayaan, yang didefenisikan menurut versi yang berbeda-beda. Kebudayaan adalah konsep yang paling esensial dalam Antropologi budaya dan semua konsep-konsep yang lain dalam Antropologi budaya pasti berkaitan dengan kebudayaan. Oleh karena itu konsep kebudayaan perlu mendapat perhatian khusus.[3]
b. Unsur kebudayaan
Satuan terkecil dalam suatu kebudayaan disebut unsur kebudayaan atau “trait”. Unsur-unsur kebudayaan mungkin terdiri dari pola tingkah laku atau artefak. Tiap kebudayaan mungkin terdiri dari gabungan antara unsur-unsur yang dipinjam dari masyarakat lain dan yang ditemukan sendiri oleh masyarakat yang bersangkutan.
c. Kompleks kebudayaan
Seperangkat unsur kebudayaan yang mempunyai keterkaitan fungsional satu dengan lainnya disebut kompleks kebudayaan. Sistem perkawinan pada masyarakat Indonesia adalah sebuah contoh kompleks kebudayaan.
d. Enkultrasi
Adalah proses dimana individu belajar untuk berperan serta dalam kebudayaan masyarakatnya sendiri.
e. Daerah kebudayaan (culture area)
Adalah suatu wilayah geografis yang penduduknya berbagi (sharing) unsur-unsur dan kompleks-kompleks kebudayaan tertentu yang sama.
f. Difusi kebudayaan
Adalah proses tersebarnya unsur-unsur kebudayaan dari suatu daerah kebudayaan ke daerah kebudayaan lain.
g. Akulturasi
Adalah pertukaran unsur-unsur kebudayaan yang terjadi selama dua kebudayaan yang berbeda saling kontak secara terus –menerus dalam waktu yang panjang.
h. Etnosentrisme
Adalah sikap suatu kelompok masyarakat yang cenderung beranggapan bahwa kebudayaan sendiri lebih unggul dari pada semua kebudayaan yang lain.
i. Tradisi
Pada tiap masyarakat selalu terdapat sejumlah tingkah laku atau kepercayaan yang telah menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat yang bersangkutan ddalam kurun waktu yang panjang disebut dengan tradisi
j. Relativitas kebudayaan
Tiap kebudayaan mempunyai ciri-ciri yang unik, yang tidak terdapat pada kebudayaan lainnya, maka apa yang dipandang sebagai tingkah laku normal dalam kebudayaan mungkin dipandang abnormal dalam kebudayaan yang lain.
k. Ras dan kelompok etnik
Ras dan etnik adalah dua konsep yang berbeda, tetapi sering dikacaukan penggunaannya. Ras adalah sekelompok orang yang kesamaan dalam unsur biologis atau suatu populasi yang memiliki kesamaan unsur-unsur fisikal yang khas yang disebabkan oleh keturunan (genetyc) sedangkan etnik adalah sekumpulan individu yang merasa sebagai satu kelompok karena kesamaan identitas, nilai-nilai sosial yang dijunjung bersama, pola tingkah laku yang sama, dan unsur-unsur budaya lainnya yang secara nyata berbeda dibandingkan kelompok-kelompok lainnya.

Sumber : https://solopellico3p.com/